Minggu, 30 Mei 2010

Jangan Mempersulit Sesama Muslim

Penulis: Akhwat Tangguh

Berawal dari hal yang sangat sederhana, hanya karena mempersulit, berbelit-belit, atau mungkin hanya iseng untuk mengerjai seseorang, teman atau kerabat, akan tetapi sadarilah, hal yang diakibatkan oleh ulah kita tersebut insya Allah dapat mengakibatkan malapetaka yang amat panjang atau pedih atau bencana yang tak terkira kepada kita.

Bagaimana bisa, seseorang yang mengaku melakukan segala sesuatu untuk mencari ridha Allah swt., menjalani hidup ini dengan ikhlas, bukan muslim yang abal-abal (Islam ktp), tetapi tingkah laku dan perilakunya tidak menggambarkan wajah islam yang hadir di dalam kehidupannya. Memang dari segi moral tidak melakukan dosa-dosa besar, atau perbuatan yang terlarang dalam Islam, tetapi memiliki kebiasaan untuk mempersulit siapa saja yang ditemuinya.

QS. al-Lail : 92
1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2. dan siang apabila terang benderang,
3. dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),
7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9. serta mendustakan pahala yang terbaik,
10. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
12. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
13. dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
14. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
15. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
16. yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18. yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
19. padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
20. tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
21. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

Sumber : http://e-quran.sourceforge.net/chapter/092.html

Dari terjemahan surat al-Lail di atas minimal kita diingatkan, untuk tidak hanya mencegah kemungkaran, akan tetapi kita juga harus berbuat baik terhadap sesama. Hubungannya bukan antara manusia dengan Tuhannya secara langsung, melainkan hubungan antar sesama manusia, manusia dengan manusia, kita dengan saudara kita, kita dengan teman kita, dengan tetangga kita, dengan orang lain yang sering berhubungan dengan kita.

Permasalahannya bila ada orang yang kita persulit merasa terdzalimi, buntutnya insya Allah tidak enak. Entah akan membuat dia memaki-maki (memancing orang lain emosi dan berbuat dosa kecil akibat ulah kita), sakit hati, benci dan memutuskan tali silaturahmi. Lebih berat lagi bila orang yang merasa terdzalimi tersebut mendoakan yang jelek-jelek untuk kita. Mungkin bila yang mendoakan cuma satu orang tidak masalah, tetapi bila lebih 5 orang, 10 orang atau bahkan 100 orang lebih, Subhanallah...
Doa orang yang terdzalimi atau doa orang yang teraniaya adalah doa yang mudah diijabah oleh Allah swt.

Hal itu terjadi tanpa kita ketahui. Bagaimana nasib kita kalau semua orang mendoakan yang jelek-jelek untuk kita, niscaya hidup kita ke depan akan runyam, banyak masalah yang tidak ketahuan ujung pangkalnya dan tidak tahu kapan berakhirnya.

[an-Nisa 4:85] Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

0 komentar:

Posting Komentar

Edited by EXz
Visit Original Post Islamic2 Template