Rabu, 15 Desember 2010

Keutamaan Bulan Muharram

Muharram adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijriah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah), penanggalan bulan dibuat mengikuti tahun Masehi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

Pada asasnya, Muharram membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', yaitu Allah swt. melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.

Peristiwa-Peristiwa Penting pada Bulan Muharram:
1 Muharram - Khalifah Umar bin Khattab mulai membuat penanggalan bulan dalam Hijirah.
10 Muharram - Dinamakan juga hari 'Asyura'. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan dan perjuangan yang gigih dan tabah dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pada 10 Muharram juga telah berlaku:
1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah.
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
7. Penglihatan Nabi Yaakub yang kabur disembuhkan Allah.
8. Nabi Ayub disembuhkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya.
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentara Firaun.
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
12. Nabi Sulaiman dikaruniakan Allah kerajaan yang besar.
13. Hari pertama Allah menciptakan alam.
14. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
15. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
16. Allah menjadikan 'Arasy.
17. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
18. Allah menjadikan alam.
19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
20. Nabi Isa diangkat ke langit.

Amalan-Amalan Sunat pada Bulan Muharram:

1. Berpuasa.
“Barang siapa berpuasa satu hari dalam bulan Muharram pahalanya seumpama berpuasa 30 tahun.”
“Barang siapa yang berpuasa tiga hari dalam bulan Muharram, yaitu hari Kamis, Jumat dan Sabtu, Allah tulis padanya pahala seperti beribadah selama 2 tahun.”
2. Memperbanyak amal ibadah seperti shalat sunat, dzikir dan sebagainya.
3. Berdoa akhir tahun pada hari terakhir bulan Dzulhijjah selepas Ashar sebanyak 3 kali.
4. Berdoa awal tahun pada 1 Muharram selepas Maghrib sebanyak 3 kali.


Keutamaan yang terkandung di bulan Muharram:

Dosa yang dilakukan pada bulan-bulan yang dimuliakan tersebut lebih dahsyat dari bulan-bulan selainnya. Dan begitu juga sebaliknya bahwa pahala amal shalih begitu besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Firman Allah swt. yg artinya:

“Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya -bulan-bulan tersebut- (QS.at-Taubah: 36)

Berkata Ibnu Katsir: “Di bulan-bulan yang Allah tetapkan di dalam setahun kemudian Allah khususkan dari bulan-bulan tersebut empat bulan, yang Allah menjadikan sebagai bulan-bulan yang mulia dan mengagungkan kemuliaannya, dan menetapkan perbuatan dosa di dalamnya sangat besar, begitu pula dengan amal shalih pahalanya begitu besar.”

Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya berpuasa pada tanggal 10 Muharram (puasa ‘Asyura).

Rasulullah saw bersabda,

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram.” (HR. Muslim)

dan di dalam hadits yang lain beliau juga bersabda,

“Puasa ‘Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim).

Ibnu Abbas berkata, “Tidaklah aku melihat Rasulullah lebih menjaga puasa pada hari yang diutamakannya dari hari yang lain kecuali hari ini, yaitu ‘Asyura.” (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib).

Pada hari ‘Asyura merupakan hari-hari Allah, yang pada hari itu al-haq mendapatkan kemenangan atas kebatilan. Orang-orang mukmin yang sedikit mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir yang banyak. Pada hari itu pula Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya dari kerajaan Fir’aun, sehingga nabi Musa berpuasa sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, dia berkata; “Ketika Nabi saw datang di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari ‘Asyura, kemudian beliau bertanya: “Hari apa ini?” mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka berpuasalah nabi Musa as. Beliau bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian, kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan -para sahabat- agar berpuasa pada hari itu.”

Empat belas perkara sunat dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram):

1. Melapangkan masa/belanja anak isteri. Fadilahnya - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
2. Memuliakan fakir miskin. Fadilahnya - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti.
3. Menahan marah. Fadilahnya - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang ridha.
4. Menunjukkan orang sesat. Fadilahnya - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
5. Menyapu/mengusap kepala anak yatim. Fadilahnya - Allah akan mengkaruniakan sepohon pokok di surga bagi tiap-tiap rambut yang disapunya.
6. Bersedekah. Fadilahnya - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil hingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
7. Memelihara kehormatan diri. Fadilahnya - Allah akan mengkaruniakan hidupnya senantiasa diterangi cahaya keimanan.
8. Mandi Sunat. Fadilahnya - Tidak sakit (sakit berat) pada tahun itu. Lafaz niat: "Sahaja aku mandi sunat hari Asyura karena Allah Taala."
9. Bercelak. Fadilahnya - Tidak akan sakit mata pada tahun itu.
10. Membaca Surat Al-Ikhlas 1,000X. Fadilahnya - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmat di akhirat nanti.
11. Shalat sunat empat rakaat. Fadilahnya - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya. Lafaz niat: "Sahaja aku shalat sunat hari Asyura empat rakaat karena Allah Taala." Pada rakaat pertama dan kedua sesudah membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas 11 kali.
12. Membaca "hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'man nasiir". Fadilahnya - Tidak mati pada tahun ini.
13. Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilah - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.
14. Puasa. Niat - "Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura karena Allah Taala." Fadilah - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

0 komentar:

Posting Komentar

Edited by EXz
Visit Original Post Islamic2 Template